Para pemimpin puncak kembali berjanji bulan lalu pada Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan untuk mempromosikan “sikap positif terhadap pernikahan dan melahirkan anak” demi menstabilkan angka kelahiran.
Angka kelahiran China telah menurun selama beberapa dekade akibat kebijakan satu anak yang diterapkan dari 1980 hingga 2015, serta urbanisasi yang cepat.
Tingginya biaya penitipan anak dan pendidikan, ditambah ketidakpastian pekerjaan serta perlambatan ekonomi, juga membuat banyak anak muda China enggan menikah dan memulai keluarga.
(Rahman Asmardika)