Laptop Chromebook Dinilai Tak Sesuai Kebutuhan Sekolah Dasar

Danandaya Arya putra, Jurnalis
Kamis 08 Januari 2026 19:32 WIB
Ilustrasi laptop chrombeok (Foto: Bloomberg)
Share :

“Kalau untuk pembelajaran, biasanya pakai akun guru. Tidak semua siswa punya ID belajar, jadi memang tidak maksimal,” ucapnya.

Hal ini tentunya sangat disayangkan, sebab tujuan awal bantuan Chromebook adalah mendorong digitalisasi pembelajaran di sekolah. Namun, praktiknya perangkat itu hanya aktif digunakan saat ANBK yang berlangsung setahun sekali atau kegiatan tertentu seperti Olimpiade Sains Nasional.

Saat ini, sejumlah Chromebook di kedua sekolah tersebut bahkan sudah rusak dan tidak lagi digunakan. Untuk menunjang kegiatan siswa, sekolah justru mengandalkan laptop standar berbasis Windows yang dinilai lebih praktis dan mudah dioperasikan.

Realitas di lapangan ini memperkuat kritik terhadap kebijakan pengadaan Chromebook secara nasional. Kebijakan yang diluncurkan pada periode Menteri Nadiem Makarim tersebut kini berada dalam pusaran kasus hukum yang ditangani Kejaksaan.

Proses hukum itu membuka kembali perdebatan soal ketepatan pemilihan Chromebook sebagai perangkat utama pendidikan, terutama untuk jenjang sekolah dasar. Dalam kasus tersebut, negara diduga merugi lebih dari Rp2 triliun, menempatkan mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim sebagai terdakwa. Nadiem juga didakwa menerima aliran dana hampir Rp900 miliar.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya