Muncul ke Publik, Budhius Piliang Sebut Akun Tiktok Dilaporkan Demokrat Bukan Miliknya

Felldy Utama, Jurnalis
Jum'at 09 Januari 2026 22:34 WIB
Budhius M. Piliang (Foto: Felldy Utama/Okezone)
Share :

JAKARTA – Budhius M. Piliang akhirnya tampil ke hadapan publik untuk memberikan klarifikasi terkait somasi dan laporan polisi yang diajukan Badan Hukum dan Pengamanan Partai Demokrat. Ia menegaskan akun TikTok @sudirowibudhiusmp yang dipersoalkan bukan miliknya.

Budhius mengaku hanya memiliki dua akun TikTok. Akun pertama menggunakan nama sesuai identitas di KTP, sementara akun lainnya baru dibuat dengan nama “Anak Sulung Mulyono.”

“Dan saya enggak aktif di dua-duanya,” ujar Budhius dalam konferensi pers menanggapi laporan Partai Demokrat yang digelar di sebuah rumah makan kawasan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (9/1/2026).

Budhius menjelaskan konten yang diunggah istrinya merupakan materi yang bersumber dari kanal YouTube Kajian Online. Menurutnya, konten tersebut tidak memuat pernyataan baru yang mengarah pada fitnah.

Budhius yang beritikad baik menyatakan kesediaan untuk menurunkan unggahan tersebut dengan catatan perlakuan serupa juga diterapkan terhadap konten sejenis lainnya.

Pada malam harinya, lanjut Budhius, Kamhar menyampaikan Partai Demokrat telah meminta pihak Kajian Online untuk melakukan take down. Atas dasar informasi tersebut, Budhius kemudian meminta istrinya melakukan hal yang sama dengan harapan persoalan tidak berlanjut ke proses hukum.

“Saya setuju dengan imbauan itu karena kita saling menghormati pertemanan kita. Saya akan take down juga hal yang dianggap menyinggung Pak SBY. Dan lewat Mas Kamhar pun tadi saya sudah titip permohonan maaf ke Pak SBY. Artinya, kita hentikan sampai di sini dan tidak akan terulang kembali,” ujarnya.

Namun, Budhius mengaku terkejut ketika kemudian beredar informasi di media sosial bahwa akun TikTok @sudirowibudhiusmp telah disomasi, padahal konten yang dipermasalahkan sudah diturunkan.
Ia menilai kesepakatan yang dibicarakan sebelumnya tidak terealisasi. Bahkan, Budhius menyebut Kamhar sebagai pihak penghubung tidak menepati janji.

“Jadi saya menilai ini terkesan Badan Hukum dan Pengamanan Partai Demokrat ini terlalu buru-buru, ceroboh, gegabah,” tuturnya.

Selama proses somasi hingga laporan polisi, Budhius mengaku tidak pernah menerima surat resmi apa pun. Padahal, menurutnya, sejumlah kader Partai Demokrat memiliki nomor pribadinya, namun tidak ada satu pun yang menginformasikan terkait hal tersebut.

“Saya selama ini diam kenapa enggak bereaksi karena saya belum menerima. Istri saya juga belum menerima berkasnya itu seperti apa. Kalau Demokrat atau AHY mengatakan bahwa kami sudah menerima, buktikan kepada saya tanda terimanya,” katanya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya