Banjir Kudus, Lebih dari 14 Ribu Orang dan 4 Ribu Rumah Terdampak

Achmad Al Fiqri, Jurnalis
Senin 12 Januari 2026 05:58 WIB
Ilustrasi banjir (Foto: Dok Okezone)
Share :

JAKARTA – Banjir yang melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berdampak pada lebih dari 14 ribu orang. Banjir yang melanda Kudus sejak Jumat 9 Januari 2026 juga membuat lebih dari 4 ribu rumah warga terendam.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan, banjir dipicu curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama pada Jumat 9 Januari. Alhasil, hal tersebut mengakibatkan peningkatan debit air pada Sungai Gelis, Sungai Piji, dan Sungai Dawe.

“Luapan air dari ketiga sungai tersebut tidak dapat tertampung oleh alur sungai dan sistem drainase yang ada, sehingga menggenangi permukiman warga serta sejumlah fasilitas umum,” ucap Abdul, Senin (12/1/2026).

Setidaknya ada enam kecamatan terendam banjir. Keenam kecamatan itu ialah Mejobo, Kota, Jekulo, Bae, Dawe, dan Gebog. Pada awal kejadian, ketinggian muka air (TMA) tercatat mencapai sekitar 50 cm, dengan variasi genangan di sejumlah desa.

Selain permukiman, Abdul berkata, banjir juga berdampak pada akses jalan, jembatan, serta lahan pertanian yang berada di sekitar daerah aliran sungai.

“Berdasarkan data sementara yang masih dalam proses pendataan, banjir ini berdampak pada sekitar 4.668 kepala keluarga atau 14.143 jiwa. Tercatat pula sekitar 4.668 unit rumah terdampak, 65 akses jalan tergenang, beberapa jembatan mengalami gangguan, serta kurang lebih 120,8 hektare areal persawahan terdampak,” ungkap Abdul.

“Tidak terdapat laporan korban jiwa, namun kerugian materiil cukup signifikan akibat terhambatnya aktivitas masyarakat dan kerusakan infrastruktur,” tambahnya.

Abdul menyampaikan, BPBD Kabupaten Kudus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah serta instansi terkait lainnya, termasuk pemerintah kecamatan dan desa setempat, untuk menangani banjir.

Petugas juga telah berupaya melakukan pendataan, evakuasi warga terdampak, pendistribusian bantuan logistik, serta penyaluran logistik untuk kegiatan kerja bakti pembersihan material banjir dan longsor.

Selain itu, BPBD Kabupaten Kudus juga melakukan pemantauan secara intensif di berbagai lokasi terdampak dan pintu-pintu air untuk mengendalikan risiko lanjutan.
Akibat banjir ini, Pemkab Kudus menaikkan status Siaga Darurat sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Bupati Kudus Nomor 300.2/296/2025 dan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/409 Tahun 2025/2026.

Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan di lapangan, antara lain BPBD, pemerintah desa dan kecamatan, TNI/Polri, perangkat daerah terkait, relawan, organisasi kemasyarakatan, pihak swasta, serta masyarakat setempat.

“Sebagian besar genangan banjir dilaporkan telah berangsur surut. Namun demikian, beberapa desa di Kecamatan Mejobo masih terdapat genangan dengan ketinggian sekitar 5–50 cm,” kata Abdul.

“Penanganan longsor dan pembersihan material masih terus berlangsung, khususnya di wilayah Kecamatan Dawe, Gebog, dan Bae. Debit air di Bendung Klambu terpantau stabil pada kisaran ±478,6 meter kubik per detik, dan petugas tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air susulan,” pungkasnya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya