JAKARTA - Gempa kekuatan M5,1 mengguncang Sarmi, Papua, Minggu 18 Januari 2026 pukul 13.38.55 WIB. Gempa dipastikan tidak berpotensi tsunami karena berpusat di darat.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,21° LS ; 138,86° BT, atau tepatnya berlokasi di *darat* 41 km Tenggara Sarmi, Papua pada kedalaman 19 km.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif Memberamo.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme geser naik (oblique thrust)," tulis Daryono, Minggu (18/1/2026).
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempabumi ini menimbulkan guncangan di Tor Atas, Sarmi dengan skala intensitas IV - V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun ), Sarmi Timur dan Pantai Timur Bagian Barat, Sarmi dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ).
Kota Sarmi dengan skala intensitas III - IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ), Kota Burmeso dengan skala intensitas II - III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Kota Tolikara, Kota Kobakma dan Kota Elelim dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Daryono memastikan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 14.05 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
(Awaludin)