Sulawesi, Pusat Budaya Artistik Tertua Dunia
Menurut Prof Maxime Aubert, temuan ini menegaskan posisi Sulawesi sebagai salah satu pusat budaya artistik tertua dan paling berkelanjutan di dunia.
“Akar tradisi seni ini berasal dari fase paling awal hunian manusia di kawasan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Riset Arkeometri BRIN, Sofwan Noewidi, menekankan pentingnya pendekatan arkeologi berbasis sains material.
“Lapisan kalsit berfungsi sebagai arsip mikrostratigrafi alami, memungkinkan penentuan batas usia minimum yang sangat andal bagi aktivitas simbolik manusia modern,” jelasnya.
Dengan semakin banyaknya situs seni cadas Pleistosen yang ditemukan di kawasan karst Sulawesi, para peneliti menyerukan perlindungan serius terhadap warisan budaya tak tergantikan ini. Perlindungan situs purba diharapkan menjadi bagian integral dari kebijakan tata ruang dan pengelolaan sumber daya alam.
Penelitian ini melibatkan berbagai institusi, termasuk Kementerian Kebudayaan, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVIII dan XIX, Universitas Hasanuddin, Universitas Halu Oleo, Institut Teknologi Bandung (ITB), serta mitra internasional dari Australia.
(Awaludin)