Araghchi akan mengunjungi Turki pada Jumat (30/1/2026), di mana mitranya Hakan Fidan mengatakan: "Turki siap berkontribusi untuk menyelesaikan ketegangan saat ini melalui dialog."
Peringatan terbaru Trump ini menyusul janjinya bahwa Washington akan campur tangan untuk membantu mereka yang terlibat dalam penindakan brutal terhadap para demonstran awal bulan ini.
Pemadaman internet yang diberlakukan oleh pemerintah Iran telah mempersulit penilaian skala kekerasan pemerintah terhadap para demonstran.
Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS mengatakan telah mengonfirmasi pembunuhan lebih dari 6.301 orang, termasuk 5.925 demonstran, sementara kelompok lain, Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia, mengatakan jumlah korban akhir bisa melebihi 25.000.
Pemerintah Iran mengatakan lebih dari 3.100 orang telah tewas, tetapi sebagian besar adalah personel keamanan atau warga sipil yang diserang oleh "perusuh".
(Rahman Asmardika)