Namanya Disebut 1.000 Kali di Berkas Epstein, Putri Mahkota Norwegia Akui Khilaf

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 03 Februari 2026 16:11 WIB
Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit.
Share :

OSLO – Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit menjadi sorotan baru-baru ini setelah namanya muncul lebih dari 1.000 kali dalam berkas-berkas terbaru terkait miliarder pelaku kejahatan seksual asal Amerika Serikat (AS), Jeffrey Epstein.

Jutaan dokumen berkas Epstein, yang dirilis Departemen Kehakiman AS pada Jumat (30/1/2026), mengungkap hubungan antara sang putri mahkota dengan Epstein. Kumpulan berkas tersebut menyertakan korespondensi email yang ekstensif antara Mette-Marit dan Epstein, setelah pria itu dinyatakan bersalah atas kejahatan seksual terhadap anak-anak pada 2008.

Pada Sabtu (31/1/2026), Mette-Marit, istri dari pewaris takhta Haakon, meminta maaf karena tetap menjalin kontak dengan Epstein. Ia mengatakan bahwa hal itu menunjukkan kekhilafan dan penilaian yang buruk dari dirinya.

"Jeffrey Epstein sepenuhnya bertanggung jawab atas tindakannya. Saya harus bertanggung jawab karena tidak menyelidiki latar belakang Epstein secara lebih menyeluruh, dan karena tidak menyadari lebih awal seperti apa sebenarnya dia. Saya sangat menyesali hal ini, dan ini adalah tanggung jawab yang harus saya pikul. Saya menunjukkan penilaian yang buruk dan menyesal telah melakukan kontak apa pun dengan Epstein. Ini sungguh memalukan," kata Mette-Marit dalam pernyataannya.

 

Pernyataan tersebut diamini Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre, yang mendesak Mette-Marit dan warga Norwegia terkemuka lainnya yang disebutkan dalam berkas terbaru agar memberikan lebih banyak detail tentang keterlibatan mereka dengan Epstein.

"Kita telah melihat bahwa informasi yang muncul telah memberikan lebih banyak kejelasan tentang masalah ini daripada yang telah dikatakan sebelumnya," kata Støre, sebagaimana dilansir Reuters. "Mungkin masuk akal untuk mengatakan bahwa mereka harus menjelaskan sejauh mana kontak yang telah terjadi."

Keluarga Kerajaan cukup populer di Norwegia, negara dengan 5,6 juta penduduk.

Menurut jajak pendapat Norstat untuk lembaga penyiaran publik NRK yang dilakukan di antara 1.030 orang pada Januari, sekitar 70% warga Norwegia mendukung monarki sebagai sebuah institusi. Jajak pendapat itu diterbitkan pada Jumat, sebelum pengungkapan berkas Epstein.

 

Publikasi dokumen Epstein yang baru ini terjadi di tengah berbagai tantangan bagi keluarga kerajaan, dengan putra Mette-Marit, Marius, dari hubungan sebelum pernikahannya dengan Putra Mahkota Haakon, menghadapi persidangan atas tuduhan pemerkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga. Kasus ini dimulai pada Selasa.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya