JAKARTA – Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi sandera dalam pembajakan kapal di perairan Somalia pada Desember 2025, telah berhasil dibebaskan dan dipulangkan ke Tanah Air, demikian dilaporkan Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI).Pemerintah Indonesia masih mengupayakan pembebasan beberapa WNI lainnya yang juga disandera dalam insiden tersebut.
Sebagai informasi, Kapal Liao Dong Yu 578 berbendera China telah dibajak oleh perompak di Perairan Bandarbeyla, Puntland, Somalia, pada 31 Desember 2025 lalu. Beberapa WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal tersebut, ikut disandera oleh perompak.
"Pada 15 Januari telah berhasil dipulangkan satu ABK WNI yang juga telah tiba dan pemulangan yang bersangkutan telah tiba di daerah asal yang bersangkutan," kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, Selasa (3/2/2026).
Meskipun satu orang telah berhasil dievakuasi, Kemlu mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat lima ABK WNI lainnya yang masih disandera. KBRI Nairobi, kata dia, terus menjalin koordinasi intensif dengan otoritas setempat guna melakukan langkah-langkah diplomasi.
"KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi dengan pihak berwajib untuk melakukan pendekatan dan negosiasi langsung dengan para pembajak untuk memastikan kondisi WNI kita dalam keadaan aman dan juga sehat," ujarnya.
Mengingat proses negosiasi yang sedang berada di tahap krusial, pemerintah mengimbau masyarakat dan media massa untuk menyikapi kasus ini dengan bijak.
"Mengingat sensitivitas kasus ini, kita berharap teman-teman media dan masyarakat dapat menyikapi hal ini secara sensitif agar tidak mengganggu proses negosiasi yang saat ini tengah berlangsung," pungkasnya.
(Rahman Asmardika)