Nguyen Khac Giang, dari pusat penelitian ISEAS–Yusof Ishak Institute di Singapura, mengatakan bahwa rencana tersebut menyoroti ketegangan dalam kepemimpinan politik Vietnam, di mana faksi konservatif Partai Komunis yang bersekutu dengan militer telah lama disibukkan dengan ancaman eksternal terhadap rezim.
"Militer tidak pernah merasa nyaman untuk melanjutkan Kemitraan Strategis Komprehensif dengan Amerika Serikat," kata Giang.
Ketegangan di dalam pemerintahan mencuat ke ranah publik pada Juni 2024, ketika Universitas Fulbright yang terkait dengan AS dituduh memicu "revolusi warna" oleh laporan televisi militer. Kementerian Luar Negeri membela universitas tersebut, yang telah disorot oleh pejabat AS dan Vietnam ketika kedua negara meningkatkan hubungan.
(Rahman Asmardika)