Peningkatan ini terjadi bersamaan dengan periode yang ditandai oleh penguatan pengawasan negara, pengetatan kontrol ideologis, serta perluasan definisi mengenai perbedaan pendapat politik maupun sosial. Tren berkelanjutan dalam permohonan suaka menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mendorong warga negara Tiongkok mencari perlindungan di luar negeri masih berlangsung dan cenderung meningkat dari waktu ke waktu.
Data UNHCR menunjukkan bahwa Amerika Serikat tetap menjadi tujuan utama bagi pencari suaka Tiongkok pada tahun 2025, mencakup sebagian besar klaim. Sekitar 147.909 warga negara Tiongkok mengajukan permohonan suaka di AS, angka yang jauh melampaui total yang tercatat oleh negara lain.
Konsentrasi klaim di Amerika Serikat mencerminkan sistem suaka dan persepsi jaraknya dari pengaruh negara Tiongkok. Hal ini juga menggarisbawahi skala permintaan yang dibebankan pada satu negara tujuan oleh fenomena global yang distribusinya tidak merata.
Selain Amerika Serikat, beberapa negara lain mencatat peningkatan signifikan dalam permohonan suaka dari warga negara Tiongkok. Kanada mencatat 6.435 klaim pada tahun 2025, lebih dari dua kali lipat jumlah sebelum pandemi COVID-19.
Italia juga muncul sebagai tujuan penting, menerima 3.857 permohonan dari warga negara Tiongkok, peningkatan tajam dibandingkan tahun-tahun sebelum pandemi. Peningkatan ini menunjukkan penyebaran geografis yang lebih luas dari klaim suaka Tiongkok, melampaui tujuan tradisional.