Rusun tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa UNSRI, khususnya mahasiswa dari luar daerah dan luar negeri, guna mendukung mobilitas akademik perguruan tinggi.
Selain sebagai hunian mahasiswa, Rusun UNSRI dirancang dengan konsep green campus yang menerapkan prinsip Bangunan Gedung Hijau (BGH), meliputi efisiensi energi dan air, kualitas udara dalam ruang, pengelolaan limbah, serta penggunaan material ramah lingkungan. Kawasan rusun juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti ruang terbuka hijau, area duduk, kantin, penerangan jalan, dan aksesibilitas yang memadai.
Menko AHY menegaskan, penyediaan hunian mahasiswa merupakan bagian penting dari ekosistem pendidikan tinggi. Asrama atau rumah susun yang terjangkau dan berkualitas sangat dibutuhkan untuk mendukung proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kita berharap kampus-kampus di Indonesia, termasuk UNSRI, terus dilengkapi fasilitas yang memadai, bukan hanya untuk pengajaran, tetapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.