Meski demikian, Meiska tetap berupaya bertahan dengan membawa stok yang terukur. Hal itu terlihat dari penjualan Meiska yang mampu menghabiskan sekitar tiga kantong besar kembang yang ia racik sendiri setiap harinya.
"Satu hari bisa dapat tiga empat (kantong) karena Ibu kan baru, kalau yang lain-lain sudah banyak. Ibu tiga kantong gede, habis," jelas Meiska.
Hal itu juga didorong dengan harga kembang yang cukup murah. Sehingga dagangannya tetap bisa menarik pembeli meski jumlah penjualan menurun. “Kembangnya jual murah-murah Rp10 ribu. Mereka (pembeli) malah senang karena ada kan pertamanya (penjual lain jual) 15 ribu dapat 2," ucap dia.
Namun, di tengah kondisi sepinya pembeli, Meiska mengaku tetap bersyukur karena ia masih bisa mengantongi pendapatan bersih sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari setelah dipotong modal belanja.
"Kayak kemarin Ibu dapat ya sudah bersyukur banget, makanya kan dapat 200, 240. Kalau sekarang ini sudah ada 300 lebih. Bersih saya dapat," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )