Universitas menambahkan, meski mereka tidak membangun mesin tersebut, “apa yang sedang kami bangun adalah pemikiran-pemikiran yang segera akan merancang, merekayasa, dan memproduksi teknologi serupa.”
Singh kemudian memberikan penjelasan kepada wartawan pada Rabu bahwa terjadi ketidakjelasan dalam penyampaian informasi.
“Hal-hal mungkin tidak tersampaikan dengan jelas. Saya tidak mengomunikasikannya dengan benar,” ujar Singh.
Seorang mahasiswa Galgotias, Vaidik Mishra, menilai kontroversi ini terlalu dibesar-besarkan.
“Kami sangat berharap KTT ini akan memberi kami platform untuk membicarakan start-up kami. Namun sekarang semuanya justru tentang kami yang berbohong soal robot, padahal itu tidak benar. Itu hanya salah paham,” katanya kepada AFP.