Salah satu staff SPBU, Mukhlisin, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebut pemukulan terjadi setelah petugas menjelaskan ketidaksesuaian barcode.
"Ada tiga korbannya. Costumer menyebut ini mobil jenderal, ada narasi kapolda. Kita sudah melapor ke polsek dan sudah visum juga ke Kramat Jati," kata Mukhlisin kepada wartawan, Senin (23/2/2026).
Akibat kejadian itu, ketiga korban mengalami luka di bagian wajah dan rahang. Mereka telah menjalani visum dan melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polsek Pulogadung untuk proses hukum lebih lanjut.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan keterlibatan oknum anggotanya dalam insiden tersebut.
(Awaludin)