Selain itu, dari pantauan BMKG tersebut tampak suhu puncak awan di wilayah-wilayah tersebut mencapai angka yang sangat rendah, yang mengindikasikan adanya potensi pembentukan awan Cumulonimbus yang kuat. Fenomena ini biasanya disertai dengan kilat, petir, serta angin kencang berdurasi singkat.
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan air, maupun tanah longsor di daerah perbukitan.
Masyarakat juga disarankan untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala melalui aplikasi Info BMKG atau kanal resmi media sosial BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca yang dinamis di lingkungan masing-masing.
(Arief Setyadi )