JAKARTA - Bendera merah berkibar di atas Masjid Jamkaran di Qom, Iran pada Minggu (1/3/2026). Bendera merah sebagai simbol pembalasan itu berkibar setelah Iran mengonfirmasi Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Israel.
Dalam rekaman video yang dilihat dari Viory, tampak bendera tersebut dipasang pada tiang di kubah masjid dan dikibarkan. Sementara petugas berseragam berdiri di dekatnya sambil memegang potret Khamenei.
Di Iran, bendera merah secara luas dianggap sebagai simbol pembalasan dan telah dikibarkan sebelumnya selama periode konflik yang meningkat.
Pada Minggu pagi, media pemerintah Iran melaporkan kematian Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei selama serangan tersebut. Pemerintah Iran pun menyatakan 40 hari masa berkabung nasional dan libur nasional selama tujuh hari, dengan semua kantor pemerintah dan sekolah ditutup saat negara tersebut bersiap untuk upacara pemakaman.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengatakan, membalas dendam atas pembunuhan Khamenei dan pejabat senior Iran lainnya adalah “kewajiban dan hak yang sah” negara tersebut.
“Republik Islam Iran menganggap mencari keadilan dan membalas dendam kepada para pelaku dan mereka yang memerintahkan kejahatan bersejarah ini sebagai kewajiban dan hak yang sah, dan akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk memenuhi tanggung jawab dan kewajiban besar ini,” kata presiden, melansir Al Jazeera.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan pada hari Sabtu, dengan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah untuk 'menghancurkan rudal Iran'.
Sebagai tanggapan, Korps Garda Revolusi Iran mengatakan 'serangan rudal dan drone yang meluas' terhadap Israel sedang berlangsung. Pangkalan-pangkalan AS juga dilaporkan menjadi sasaran di UEA, Bahrain, Qatar, Irak, dan Kuwait.
Perkembangan ini menyusul tiga putaran pembicaraan baru-baru ini antara pejabat Iran dan Amerika, satu diadakan di Muscat dan dua di Jenewa.
Rusia, China, Prancis, Bahrain, dan Kolombia telah menyerukan pertemuan mendesak Dewan Keamanan PBB. Para anggotanya terpecah antara mendesak penghentian permusuhan segera dan mendesak Iran untuk meninggalkan program nuklirnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)