Try Sutrisno semakin bersinar di militer karena setahun kemudian atau pada Juni 1986 ia diangkat menjadi Kasad menggantikan Jenderal TNI Rudhini. Try Sutrisno menjabat selama satu setengah tahun.
Hingga akhirnya pada 1988, Try Sutrisno dipromosikan menjadi Panglima ABRI menggantikan Jenderal TNI LB. Moerdani. Ia menjabat pada 1988-1993. Saat itu, ABRI masih terdiri dari institusi AD, AL, AU, dan Polri.
Perjalanan karier Try Sutrisno mengantarkannya duduk di kursi RI 2. Majelis Permusyawaratan Rakyat masa bakti 1992-1997 melalui Sidang Umumnya pada 1993 memilih Try Sutrisno menjadi Wakil Presiden RI mendampingi HM. Soeharto, presiden terpilih saat itu.
Fraksi ABRI MPR-RI lebih dahulu mencalonkannya, mendahului pilihan terbuka dari Presiden Soeharto. Namun, pada 1998 tugasnya sebagai Wakil Presiden berakhir digantikan BJ. Habibie pada Sidang Umum MPR 1998.
(Arief Setyadi )