Menurut laporan Reuters, serangan itu terjadi di lepas pantai selatan Sri Lanka, yang menunjukkan bahwa aksi tersebut berlangsung di wilayah tanggung jawab Komando Indo-Pasifik AS.
Kapal yang menjadi sasaran adalah IRIS Dena, sebuah kapal fregat kelas Moudge yang ditugaskan di Armada Selatan Angkatan Laut Republik Islam Iran. Kapal tersebut berada di kawasan itu setelah dilaporkan ikut serta dalam latihan angkatan laut di Teluk Benggala.
Menteri Luar Negeri Sri Lanka Vijitha Herath, menyatakan terdapat 180 orang di atas kapal IRIS Dena. Hingga saat ini, 32 orang telah berhasil diselamatkan personel angkatan laut Sri Lanka.
Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Komandan Buddhika Sampath, menambahkan upaya penyelamatan juga mencakup evakuasi jenazah dari lokasi kejadian.
Jenderal Dan Caine menegaskan signifikansi militer dari peristiwa ini dalam pengarahan tersebut. "Untuk pertama kalinya sejak 1945, kapal selam penyerang cepat Angkatan Laut Amerika Serikat telah menenggelamkan kapal tempur musuh menggunakan satu torpedo Mk-48 untuk mencapai efek instan, mengirim kapal perang tersebut ke dasar laut," kata Caine.