JAKARTA - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, meminta klarifikasi kepada Gedung Putih awal pekan. Hal ini setelah Netanyahu mengetahui para pejabat di pemerintahan Donald Trump mungkin telah berkomunikasi dengan Iran.
Menurut laporan dari media berita AS Axios, yang mengutip dua sumber anonim yang mengetahui masalah ini, intelijen Israel memperoleh informasi yang menunjukkan bahwa mungkin telah terjadi kontak antara pemerintahan Trump dan para pejabat Iran untuk membahas kemungkinan gencatan senjata.
Axios melaporkan, Netanyahu menghubungi para pejabat Gedung Putih pada Senin untuk menanyakan apakah pembicaraan atau pertukaran pesan semacam itu telah terjadi.
Melansir Al Jazeera, salah satu sumber mengatakan kepada media tersebut, Gedung Putih menanggapi dengan mengatakan kepada Netanyahu bahwa pemerintahan Trump tidak berbicara dengan para pejabat Iran "di belakangnya"
Sementara itu, sebuah jajak pendapat Reuters/Ipsos menemukan 43 persen warga AS tidak menyetujui penyerangan terhadap Iran. Hanya sekitar satu dari empat responden yang mengatakan mereka mendukung serangan AS-Israel.
Jajak pendapat tersebut menanyakan lebih dari 1.200 orang dewasa AS dan dilakukan selama akhir pekan.
Jajak pendapat CNN terpisah yang dilakukan oleh SSRS antara 28 Februari dan 1 Maret mengungkap, hampir enam dari 10 warga Amerika mengatakan mereka tidak menyetujui keputusan untuk mengambil tindakan militer di Iran. Empat puluh satu persen mengatakan mereka menyetujuinya.
Survei CNN juga menemukan, sekitar enam dari 10 responden mengatakan mereka tidak percaya Presiden Donald Trump memiliki rencana yang jelas untuk menangani situasi tersebut. Sementara 39 persen mengatakan AS belum melakukan upaya diplomatik yang cukup sebelum menggunakan kekuatan militer.
Jajak pendapat tersebut menunjukkan perbedaan partisan yang tajam: 82 persen Demokrat dan 68 persen independen mengatakan mereka tidak menyetujui serangan tersebut, dibandingkan dengan 23 persen Republikan.
(Erha Aprili Ramadhoni)