Longsor Akibat Hujan Lebat Landa Tambang Koltan RD Kongo, Tewaskan 200 Orang

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 05 Maret 2026 13:11 WIB
Longsor landa tambang koltan di RD Kongo.
Share :

JAKARTA – Lebih dari 200 orang tewas setelah tanah longsor yang dipicu hujan lebat melanda tambang koltan Rubaya di bagian timur Republik Demokratik Kongo (DRC), menurut Kementerian Pertambangan negara tersebut.

Kementerian menyebutkan longsor terjadi pada Selasa (3/3/2026), dan sekitar 70 anak-anak termasuk di antara korban tewas.

Banyak korban luka dievakuasi ke fasilitas kesehatan di Kota Goma.

Seorang pejabat senior dari kelompok pemberontak AFC/M23, yang mengendalikan tambang tersebut, memberikan angka korban tewas yang jauh lebih rendah. Ia mengatakan kepada Reuters bahwa hanya lima atau enam orang yang tewas dalam kecelakaan itu.

Rubaya menghasilkan sekitar 15 persen koltan dunia, yang diolah menjadi tantalum — logam tahan panas yang banyak digunakan dalam telepon seluler, komputer, komponen kedirgantaraan, dan turbin gas.

 

Lokasi tersebut telah berada di bawah kendali kelompok pemberontak AFC/M23 sejak 2024.

Baru-baru ini, lokasi itu ditambahkan ke daftar pendek aset pertambangan yang ditawarkan oleh pemerintah Kongo kepada Amerika Serikat di bawah kerangka kerja sama mineral.

Bencana ini terjadi sekitar sebulan setelah insiden lain di lokasi pertambangan yang sama yang menewaskan lebih dari 200 orang pada akhir Januari.

 

Hujan lebat di Kongo timur sebelumnya juga telah memicu tanah longsor dan kecelakaan pertambangan di daerah-daerah tempat para penambang tradisional bekerja dalam kondisi sulit dan sering kali berbahaya.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya