JAKARTA – Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dalam fase awal konflik, dilaporkan melibatkan lebih dari 3.000 amunisi dan sistem pencegat berpemandu presisi hanya dalam waktu 36 jam pertama.
Dilansir dari trtworld, Minggu (8/3/2026). Laporan analis dari Payne Institute menyebutkan, intensitas serangan tersebut langsung memicu balasan besar dari Iran yang mengerahkan lebih dari 1.000 senjata di berbagai wilayah.
Dalam serangan balasan itu, Iran dilaporkan meluncurkan sekitar 380 rudal balistik, 700 drone Shahed, serta sekitar 50 rudal pertahanan udara.
Pada fase awal kampanye militer, pasukan Amerika Serikat menggunakan berbagai jenis senjata ofensif, termasuk 210 bom berpemandu presisi JDAM, 120 rudal jelajah Tomahawk, 120 drone berbiaya rendah, serta 90 rudal anti-radiasi AGM-88 yang menargetkan sistem radar Iran.