JAKARTA – Ada banyak peristiwa penting dan bersejarah yang terjadi pada 12 Maret, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Salah satunya adalah diangkatnya Letjen Soeharto sebagai Pejabat Presiden RI, yang kemudian menjadikannya presiden definitif dan berkuasa hingga tiga dekade.
Berikut beberapa peristiwa yang terjadi pada 12 Maret seperti dikutip Okezone dari Wikipedia.org:
- 12 Maret 1930
Mahatma Gandhi alias Mohandas Karamchand Gandhi memimpin barisan sepanjang 200 mil untuk menyuarakan protes terhadap pemerintahan kolonial Inggris pada 12 Maret 1930. Gerakan tersebut dikenal sebagai Mars Garam yang bertujuan memprotes monopoli garam oleh Inggris.
Mahatma Gandhi adalah tokoh spiritual dan politikus yang terlibat dalam gerakan kemerdekaan India. Ia terkenal dengan perjuangan tanpa kekerasan.
Gandhi menginspirasi dunia melalui ajaran anti-kekerasan, menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM), serta perjuangan kemerdekaan.
- 12 Maret 1942
Perang antara tentara Jepang dengan pasukan Sekutu di Jawa berakhir. Pertikaian yang dikenal sebagai Pertempuran Jawa itu berakhir setelah komandan Sekutu menandatangani pernyataan menyerah kepada Jepang di Bandung pada 12 Maret 1942.
Pertempuran tersebut merupakan bagian dari Perang Dunia II. Sebelumnya, pada 28 Februari 1942, pasukan Kekaisaran Jepang menyerang pasukan Sekutu di Jawa.
- 12 Maret 1967
Soeharto yang berpangkat letnan jenderal diangkat sebagai Pejabat Presiden Indonesia oleh MPR Sementara. Setahun kemudian, pada 27 Maret 1968, ia resmi disahkan sebagai Presiden, mengambil alih kekuasaan dari Soekarno.
Soeharto kemudian menunjuk sekitar 20 persen anggota MPR. Melalui Partai Golkar, ia menguasai parlemen dan pemerintahan. Sebagai mantan panglima angkatan bersenjata, Soeharto juga mengendalikan militer yang diduga digunakan sebagai alat kekuasaan.
Akibatnya, Soeharto mampu berkuasa hingga 32 tahun dengan jargon Orde Baru.
Kekuasaan Soeharto akhirnya runtuh di tengah tekanan rakyat. Ia mengundurkan diri dari jabatan Presiden pada 21 Mei 1998 dan digantikan oleh BJ Habibie setelah gelombang demonstrasi besar yang digerakkan mahasiswa dan aktivis.
Sejumlah aktivis sempat diculik karena mengkritik kekuasaan Soeharto, dan sebagian di antaranya hingga kini tidak diketahui nasibnya.
Gelombang demonstrasi menuntut Soeharto mundur karena dianggap memimpin Indonesia secara otoriter, menumpuk utang negara, menyuburkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta terjadinya berbagai pelanggaran HAM.
Selain mundur dari jabatan presiden, masyarakat saat itu juga menuntut agar Soeharto dan kroni-kroninya diadili. Namun, upaya tersebut tidak pernah terwujud hingga Soeharto meninggal dunia pada 27 Januari 2008 setelah kondisi kesehatannya terus memburuk.
(Awaludin)