JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan, bahwa situasi dunia saat ini sedang diliputi ketidakpastian, di antaranya akibat konflik geopolitik. Bahkan, ancaman krisis global masih terus membayangi.
Namun menurut Prabowo, krisis justru dapat menciptakan peluang. Dengan memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki, ia optimistis Indonesia bisa menjadi lebih kuat dan mampu melewati berbagai krisis global.
"Krisis adalah ujian, batu loncatan. Yang kuat akan selamat, yang tidak kuat akan terus menderita. Ini pelajaran sejarah. Saya percaya bangsa Indonesia diberi kekayaan alam yang luar biasa dan kita mampu keluar dari krisis ini. Kita akan keluar dari krisis ini semakin kuat. Krisis ini menurut saya adalah suatu blessing in disguise. Memang penuh tantangan, tetapi memaksa kita mempercepat niat-niat baik," kata Prabowo dalam sambutannya pada Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta, dikutip Kamis (12/3/2026).
Prabowo mengatakan, situasi dunia saat ini mendorong Indonesia untuk mempercepat swasembada pangan dan energi. Menurutnya, ketersediaan pangan dan energi sangat vital dalam menghadapi situasi krisis.
Di bidang pangan, Indonesia disebut telah mencapai swasembada beras. Prabowo juga menargetkan Indonesia segera mencapai swasembada jagung dan komoditas pangan lainnya.
"Kita sudah punya rencana swasembada pangan. Alhamdulillah sudah tercapai sebagian. Kita juga punya rencana swasembada energi dan saya yakin bisa tercapai dalam empat tahun ke depan. Tapi kita harus percepat. Kita punya banyak alternatif. Kita yakin bisa mengatasi masalah ini," ujarnya.
Di sektor energi, Prabowo mendorong pemanfaatan komoditas seperti kelapa sawit dan singkong untuk bahan bakar pengganti BBM. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak.
Saat ini, Indonesia disebut tidak lagi mengimpor BBM jenis solar berkat pengembangan biodiesel berbahan baku kelapa sawit.
Selain itu, potensi energi terbarukan seperti panas bumi hingga tenaga surya juga akan dioptimalkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
"Kita punya kelapa sawit yang sangat banyak. Kita punya singkong yang cukup. Kita bisa dapat BBM dari jagung dan tebu. Kita juga memiliki potensi geothermal yang sangat besar, terbesar kedua di dunia, tetapi belum dieksploitasi sepenuhnya," tuturnya.
Khusus untuk energi surya, Prabowo mengaku telah memerintahkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga mencapai kapasitas 100 gigawatt (GW).
"Kita akan melaksanakan elektrifikasi. Energi terbarukan dari surya, dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan membangun energi 100 GW. Itu sudah perintah saya, keputusan saya. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini," tegasnya.
(Awaludin)