“Serangan terhadap infrastruktur strategis di negara kawasan Timur Tengah lainnya, termasuk serangan ke kilang minyak Aramco, fasilitas penyimpanan minyak di Teheran dan Provinsi Alborz, serta pertokoan dan berbagai fasilitas publik di Beirut, Lebanon,” ujarnya.
Situasi tersebut, kata Sigit, berimplikasi terhadap gejolak harga minyak dunia yang berdampak pada stabilitas ekonomi global. Apabila situasi ini tidak membaik, maka akan berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah.
“Memicu kenaikan harga berbagai komoditas yang dapat menurunkan daya beli masyarakat, meningkatnya inflasi, dan pengetatan kebijakan fiskal yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi nasional,” ungkapnya.
Pada 10 Maret 2026, lanjutnya, harga minyak dunia sempat menurun. Namun kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai mengingat situasi global masih belum sepenuhnya stabil.