Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua melalui penegakan hukum yang profesional dan terukur.
“Kami akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini guna memastikan jaringan yang terlibat dapat diungkap secara menyeluruh,” ujar Faizal.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga menambahkan, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari strategi aparat untuk memutus rantai pasokan logistik dan amunisi kepada kelompok kriminal bersenjata.
“Pendalaman masih terus dilakukan terhadap kelima orang tersebut guna mengetahui peran masing-masing serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain,” ujarnya.
Saat ini, kelima orang tersebut masih menjalani pemeriksaan di Polres Nabire. Aparat memastikan seluruh proses penanganan perkara dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku dengan mengedepankan prinsip profesionalitas, akuntabilitas, serta kepastian hukum.
Satgas Operasi Damai Cartenz juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
Melalui langkah penegakan hukum yang terukur, Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua secara profesional dan berkelanjutan.
(Awaludin)