Kontroversi video Netanyahu menyoroti fenomena yang lebih luas yang terjadi di internet: paranoia deepfake. Alat kecerdasan buatan yang mampu menghasilkan video hiper-realistis telah meningkat secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Dengan perangkat lunak yang tepat, kini dimungkinkan untuk menghasilkan video tokoh publik yang mengucapkan kata-kata yang sebenarnya tidak pernah mereka ucapkan.
Karena pergeseran teknologi ini, pemirsa menjadi jauh lebih skeptis tentang keaslian media digital. Saat ini, ketika artefak visual yang tidak biasa muncul dalam sebuah video, baik itu bayangan aneh, tangan yang terdistorsi, atau latar belakang yang berkedip-kedip, banyak pemirsa langsung mencurigai manipulasi AI. Klip Netanyahu muncul tepat pada saat kecurigaan semacam itu kemungkinan besar akan meledak.
Video tersebut juga muncul selama salah satu periode paling bergejolak dalam geopolitik Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Konfrontasi yang sedang berlangsung yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat telah menghasilkan lonjakan besar konten perang daring. Di berbagai platform media sosial, pengguna sudah mulai menyebarkan rekaman yang diduga sebagai serangan rudal, gambar medan perang, pengumuman militer, dan tangkapan layar satelit.
Banyak unggahan tersebut ternyata menyesatkan, sudah usang, atau telah diubah secara digital. Akibatnya, lingkungan menjadi rawan kecurigaan. Setiap video baru yang terkait dengan konflik tersebut menghadapi pengawasan ketat dari audiens daring yang mencoba menentukan apakah video tersebut asli. Dalam iklim ini, bahkan ketidakberaturan visual kecil pun dapat memicu spekulasi yang meluas.
Fokus yang intens pada tangan Netanyahu bukanlah kebetulan. Tangan telah menjadi salah satu petunjuk deteksi AI paling terkenal di internet. Generator gambar AI awal sering menghasilkan bentuk tangan yang aneh, jari tambahan, atau jari yang menyatu. Akibatnya, pengguna internet sekarang secara naluriah memeriksa tangan setiap kali mereka mencurigai gambar atau video mungkin dihasilkan oleh AI.