Sementara itu, Titiek juga mendorong pemulihan kawasan Tesso Nilo sesuai fungsinya sebagai taman nasional, yakni sebagai area konservasi flora dan fauna.
"Karena kepedulian tinggi dari Presiden Prabowo, Taman Nasional Tesso Nilo ini harus dikembalikan pada fungsinya sebagai taman nasional, terutama sebagai habitat gajah yang wajib kita lindungi," ujarnya.
Titiek juga berpesan agar pemindahan masyarakat yang berada di kawasan Tesso Nilo dilakukan secara humanis tanpa kekerasan. Ia menekankan pentingnya menyiapkan lokasi relokasi terlebih dahulu.
"Jangan belum apa-apa sudah diusir. Kita harus sama-sama menjaga kelestarian taman nasional ini sekaligus memperhatikan masyarakat yang tinggal di dalamnya," tuturnya.
Lebih lanjut, ia mendorong Kementerian Kehutanan untuk menggandeng Mabes Polri dalam menjaga kawasan Tesso Nilo. Pasalnya, jumlah personel polisi hutan dinilai masih sangat terbatas.
"Luasnya 81 ribu hektare, sementara polisi hutan di sini hanya sekitar 23 orang. Bagaimana bisa mengawasi wilayah seluas itu? Mungkin bisa dibantu oleh Polri untuk ikut menjaga kelestarian taman nasional ini," pungkasnya.
(Awaludin)