Selanjutnya, pada Sabtu, 14 Maret 2026, datang paket COD kedua. Ia mengungkapkan bahwa yang mencurigakan, paket dikirim dengan nama almarhum ayah Palti dari alamat lama di Jakarta.
"Bagaimana mungkin orang yang sudah meninggal bisa mengirimkan paket. Seperti paket sebelumnya, paket tidak dibuka dan langsung dikembalikan," tuturnya.
Pada hari berikutnya hingga Selasa, tidak ada paket. Pihak keluarga, kata dia, mengira sudah tidak ada teror lanjutan. Namun, pada Rabu, 18 Maret 2026, rumah orang tua Palti dilempar kepala anjing.
Menurut kesaksian, Palti juga menerima kiriman meme-meme intimidatif melalui WhatsApp.
"Kami mengutuk aksi teror ini, tindakan biadab dan pengecut, apalagi dengan kepala anjing. Juga terjadi di bulan suci Ramadan. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya," pungkasnya.
(Arief Setyadi )