Ia juga mengkhawatirkan bahwa kebijakan ini dapat menjadi preseden berbahaya di masa depan, terutama setelah meningkatnya ketegangan sejak Serangan 7 Oktober 2023.
Dalam beberapa bulan terakhir, situasi di sekitar kompleks Al-Aqsa semakin memanas. Penangkapan jemaah dan staf keagamaan meningkat, disertai pembatasan akses dan pengetatan keamanan di seluruh area Kota Tua. Aktivitas ekonomi warga pun terpukul, dengan sebagian besar toko dipaksa tutup menjelang Idul Fitri.
Kecaman internasional pun bermunculan. Liga Arab menyebut penutupan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan kebebasan beribadah. Kritik serupa juga disampaikan oleh Organisasi Kerja Sama Islam dan Uni Afrika.
Mereka menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap status quo historis situs suci di Yerusalem serta berpotensi memicu ketegangan lebih luas di kawasan.