JAKARTA – Serangan rudal menghujani Kota Erbil, wilayah Kurdistan, Irak, mengakibatkan setidaknya enam pejuang Peshmerga tewas dan 30 lainnya luka-luka. Serangan pada Selasa (25/3/2026) menargetkan pangkalan Peshmerga, menjadi bagian terbaru dari rangkaian serangan drone dan rudal yang menyasar posisi Peshmerga sejak akhir Februari, saat Israel dan Amerika Serikat (AS) memulai serangan ke Iran.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Urusan Peshmerga Wilayah Kurdistan menyebut “rudal balistik Iran” menghantam markas Komando Area Satu di Administrasi Soran, Provinsi Erbil. Kementerian menambahkan, enam rudal ditembakkan dalam dua serangan terpisah yang menargetkan unit Divisi Infanteri ke-7 dan ke-5.
Video yang diunggah Al Jazeera memperlihatkan ledakan besar saat serangan menghantam sebuah gedung bertingkat di Erbil.
Iran belum secara resmi mengakui tanggung jawab atas serangan tersebut.
Meskipun kelompok bersenjata Irak yang bersekutu dengan Teheran sebelumnya mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah insiden, pejabat menekankan bahwa ini adalah pertama kalinya Iran sendiri secara langsung dituduh menargetkan pasukan Wilayah Kurdistan.
Secara terpisah, Iran pada Selasa menyatakan telah meluncurkan serangan rudal yang menargetkan pangkalan AS di Bandara Erbil.
Rudal darat-ke-darat digunakan dalam serangan tersebut untuk menyasar pasukan AS yang ditempatkan di bandara, demikian dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA, mengutip militer Iran.
Permusuhan meningkat sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, dengan Teheran membalas melalui serangan drone dan rudal berulang kali yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
(Rahman Asmardika)