Fechy mengatakan korban dan pelaku menikah secara siri. Keduanya belakangan sering terlibat cekcok karena korban diduga memiliki hubungan dengan pria lain.
"Jadi terkait kronologi kejadian pembunuhan, antara pelaku dengan korban adalah suami istri, mereka nikah siri. Beberapa hari belakangan terjadi cekcok, sering ribut karena pelaku cemburu dengan korban yang diduga memiliki hubungan dengan laki-laki lain," ujarnya.
Dia menerangkan pelaku dan korban sudah tidak tinggal dalam satu rumah. Pelaku sempat melihat korban bersama pria lain pada Jumat 20 Maret di acara Bazar Ramadhan.
"Kemudian, pada tanggal 20 Maret 2026, korban dengan pelaku sudah tidak tinggal bersama. Pelaku tinggal di kosnya sendiri, korban di kosnya sendiri. Pada tanggal 20 Maret, pelaku melihat korban sedang berjalan bersama pria lain di acara Bazar Ramadhan," imbuhnya.
"Sempat didatangi, ditanya, tetapi pria tersebut pergi. Kemudian mereka ribut dengan korban. Setelah itu, mereka berpisah di Bazar," sambung dia.
Dia berkata pelaku kemudian mendatangi korban pukul 22.00 WIB pada hari yang sama usai pertemuan di Bazar Ramadhan tersebut. Pelaku mendapati korban sedang berada dengan pria tersebut dan terjadilah cekcok.