WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, akan mengakhiri serangan militernya terhadap Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu. Sehingga, Teheran tidak perlu membuat kesepakatan sebagai prasyarat agar konflik tersebut berakhir.
"Kami akan segera pergi," kata Trump di Gedung Putih, Selasa (31/3/2026) seraya mengatakan bahwa kepergian itu bisa terjadi "dalam dua minggu, mungkin dua minggu, mungkin tiga minggu," melansir Reuters.
Ketika ditanya apakah diplomasi yang sukses dengan Iran merupakan prasyarat bagi AS untuk menyelesaikan apa yang disebutnya "Operasi Epic Fury", Trump mengatakan bahwa itu bukanlah prasyarat.
"Iran tidak harus membuat kesepakatan, tidak," katanya.
"Tidak, mereka tidak harus membuat kesepakatan dengan saya," imbuhnya.
Sebelumnya, Washington mengancam akan mengintensifkan operasi militer jika Teheran tidak menerima kerangka gencatan senjata 15 poin dari AS yang di antara tuntutan intinya adalah agar Iran berkomitmen untuk tidak mengejar senjata nuklir, menghentikan semua pengayaan uranium, dan membuka kembali sepenuhnya Selat Hormuz.
Namun, pada Selasa, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan Trump bersedia membuat kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan ribuan orang, menyebar ke seluruh wilayah, mengganggu pasokan energi, dan mengancam akan menjerumuskan ekonomi global .
Hegseth mengatakan pembicaraan sedang berlangsung dan semakin intensif, tetapi AS siap untuk melanjutkan perang jika Iran tidak patuh.
"Kami memiliki semakin banyak pilihan, dan mereka memiliki lebih sedikit... hanya dalam satu bulan kami menetapkan persyaratannya, hari-hari mendatang akan menjadi penentu," kata Hegseth di Washington.
Sementara Garda Revolusi Iran pada Selasa membalas dengan ancaman baru terhadap perusahaan-perusahaan AS di kawasan tersebut mulai Rabu.
Daftar tersebut mencantumkan 18 perusahaan termasuk Microsoft (MSFT.O); Google (GOOGL.O); Apple (AAPL.O); Intel (INTC.O); IBM (IBM.N); Tesla (TSLA.O); dan Boeing (BA.N), yang akan ditargetkan mulai pukul 8 malam waktu Teheran (1630 GMT).
Ketika ditanya apakah ia khawatir tentang ancaman terhadap perusahaan-perusahaan tersebut, Trump menjawab tidak. "Mereka tidak punya banyak lagi yang bisa diancam," katanya tentang Iran.
(Arief Setyadi )