JAKARTA - RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkapkan kondisi terkini dari aktivis KontraS, Andrie Yunus, pasca penyiraman air keras yang menimpanya. Hingga saat ini, Andrie masih berada dalam pemantauan tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis bedah plastik, oftalmologi, serta tenaga kesehatan terkait lainnya guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan berkesinambungan.
“Secara umum, kondisi psikologis pasien dalam keadaan cukup stabil meskipun mengalami peristiwa traumatis berat,” demikian keterangan yang disampaikan RSCM, Rabu (1/4/2026).
Kondisi luka pasien, kata RSCM, menunjukkan perbaikan dengan sebagian besar luka telah menutup dan kering, ditutupi oleh kulit baru hasil cangkok di area wajah, leher depan, dada, sebagian pundak, dan lengan kanan.
Rencana evaluasi luka dalam sedasi akan dilakukan sebanyak dua kali pada pekan ini untuk memastikan proses penyembuhan berjalan baik.
“Masih terdapat area kulit mati di leher belakang yang akan dibersihkan dan ditutup dengan cangkok kulit lanjutan dalam satu minggu ke depan,” ujar dia.
Sementara itu, pada 28 Maret lalu, Andrie Yunus menjalani operasi mata kanan untuk ketiga kalinya. Saat ini, keluhan nyeri minimal dan tidak ditemukan tanda infeksi.
Selama operasi, ditemukan permukaan kornea semakin menipis dan terdapat kebocoran pada dinding bola mata. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, dilakukan penambalan bola mata dengan jaringan selaput dari tungkai pasien yang kemudian ditutup dengan selaput konjungtiva.
Mata kanan sengaja ditutup sementara dengan penjahitan kelopak mata untuk melindungi dan mempertahankan bentuk bola mata selama proses penyembuhan.
RSCM menyebutkan penutupan ini direncanakan berlangsung sekitar empat bulan. Setelah itu, tim medis akan melakukan evaluasi lanjutan untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Pemantauan kondisi mata akan dilakukan secara berkala sesuai perkembangan pasien,” jelasnya.
Sebelumnya, dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, Polda Metro Jaya telah mengumumkan dua inisial pelaku yang disebut sebagai eksekutor, yakni BHC dan MAK.
Sementara itu, empat prajurit TNI diduga kuat terlibat dalam penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus pada Kamis 12 Maret 2026 malam di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Keempat tersangka tersebut masing-masing berinisial NDP, SL, BHW, dan ES.
Seluruh tersangka diketahui bertugas di Detasemen Markas (Denma) BAIS TNI. Saat ini, mereka telah ditahan di Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.
Buntut kasus tersebut, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, mengumumkan bahwa Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Letjen Yudi Abdimantyo, telah menyerahkan jabatannya.
Terbaru, kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Polda Metro Jaya telah melimpahkan berkas perkara ke pihak TNI.
(Arief Setyadi )