JAKARTA – Dewan Keamanan PBB diperkirakan akan mengambil suara pada Sabtu (4/4/2026) mengenai proposal dari Bahrain yang mengizinkan penggunaan kekuatan militer untuk tindakan defensif guna memastikan kapal dapat dengan aman melintasi Selat Hormuz.
Sebagaimana diketahui, Iran telah menutup jalur pelayaran utama, mengancam pasokan bahan bakar dan melumpuhkan ekonomi global, sebagai pembalasan atas serangan Amerika Serikat (AS)–Israel yang memicu perang Timur Tengah dan telah memasuki bulan kedua.
Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk mengizinkan penggunaan kekuatan militer melindungi Selat Hormuz dari serangan Iran.
Dilansir TRT, draf awal yang diajukan Bahrain akan mengizinkan negara-negara untuk “menggunakan semua cara yang diperlukan” guna mengamankan selat tersebut. Namun, Rusia, China, dan Prancis — yang memiliki hak veto di Dewan Keamanan — menyatakan penentangan terhadap persetujuan penggunaan kekuatan.