Kronologi Penyelamatan Pilot F-15: 100 Pasukan Elite AS Sempat Terjebak di Iran

Awaludin, Jurnalis
Senin 06 April 2026 08:09 WIB
Pasukan elite AS (foto: AP News)
Share :

JAKARTA – Pasukan operasi khusus Amerika Serikat menjalankan misi penyelamatan dramatis di wilayah Iran, dalam sebuah operasi berisiko tinggi yang nyaris berujung bencana.

Di bawah kegelapan malam, sekitar 100 pasukan komando elite menyusup jauh ke wilayah selatan Teheran untuk mengevakuasi seorang spesialis senjata dari pesawat tempur F-15E Strike Eagle yang sebelumnya ditembak jatuh.

Dua pesawat angkut militer jenis MC-130 yang membawa pasukan mengalami kerusakan mekanis dan tidak dapat lepas landas. Situasi ini membuat seluruh tim penyelamat berisiko terjebak di wilayah musuh.

"Jika ada momen ‘astaga’, itulah momennya," ujar seorang pejabat AS seperti dilansir dari Reuters, Senin (4/6/2026).

Menghadapi kondisi kritis, komandan operasi memutuskan langkah berani dengan mengirim pesawat tambahan ke wilayah Iran untuk mengevakuasi pasukan secara bertahap. Selama beberapa jam, pasukan komando bertahan di lokasi dalam kondisi siaga penuh sebelum akhirnya satu per satu berhasil ditarik keluar.

Sebagai langkah pengamanan, militer AS menghancurkan dua pesawat MC-130 yang rusak serta empat helikopter di lokasi untuk mencegah teknologi sensitif jatuh ke tangan Iran.

 

Pilot Bertahan di Balik Garis Musuh

Awak yang diselamatkan merupakan bagian dari kru pesawat F-15E yang ditembak jatuh di atas Provinsi Isfahan. Kedua awak sempat melontarkan diri, namun hanya satu yang berhasil segera dievakuasi.

Sementara itu, awak kedua bertahan sendirian di wilayah musuh dengan kondisi cedera ringan.

Menurut sumber militer, prajurit tersebut mengalami keseleo pergelangan kaki dan bersembunyi di celah bebatuan di puncak bukit. Ia kemudian berhasil menghubungi militer AS dan memverifikasi identitasnya, langkah krusial untuk menghindari jebakan.

Sebagai bagian dari operasi, badan intelijen AS juga menjalankan strategi pengelabuan dengan menyebarkan informasi palsu untuk membingungkan pihak Iran.

Militer juga melakukan gangguan komunikasi elektronik serta serangan terbatas ke jalur akses untuk menghambat pergerakan pihak lawan.

Evakuasi Berhasil, Krisis Terhindarkan

Evakuasi akhirnya dilakukan menggunakan pesawat turboprop berukuran lebih kecil yang mampu mendarat di area sempit.

Keberhasilan misi ini mengakhiri salah satu episode paling berbahaya dalam konflik yang telah berlangsung selama lima minggu.

Presiden AS Donald Trump menyebut operasi tersebut sebagai salah satu misi penyelamatan paling berani dalam sejarah militer AS.

"Dalam beberapa jam terakhir, militer Amerika telah melakukan salah satu operasi pencarian, dan penyelamatan paling berani. Prajurit itu terluka, tetapi dia akan baik-baik saja," ujarnya.

 

Iran Masih Jadi Ancaman Serius

Meski AS mengklaim keunggulan militer, insiden ini menunjukkan bahwa Iran masih memiliki kemampuan pertahanan yang signifikan.

Sebelumnya, dua helikopter Black Hawk dilaporkan terkena tembakan saat misi pencarian awal, meski berhasil keluar dari wilayah Iran.

Iran juga mengklaim telah menggunakan sistem pertahanan udara baru untuk menargetkan pesawat tempur AS.

Berdasarkan intelijen AS, sebagian besar persenjataan rudal Iran masih belum sepenuhnya dilumpuhkan, termasuk yang tersembunyi di bunker bawah tanah.

Konflik ini telah menewaskan sedikitnya 13 personel militer AS dan melukai lebih dari 300 lainnya.

Ancaman ke Selat Hormuz

Usai operasi berhasil, Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran, khususnya terkait pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Selat tersebut merupakan jalur vital distribusi minyak global, dan penutupannya berpotensi mengguncang perekonomian dunia.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya