Ardhasena juga mengingatkan adanya fenomena spring predictability barrier, yakni penurunan akurasi prediksi iklim pada periode Maret hingga Mei.
Pada periode ini, prediksi umumnya hanya andal untuk jangka waktu tiga bulan ke depan. Tingkat kepercayaan terhadap prediksi akan meningkat pada Mei 2026, yang secara statistik lebih akurat untuk proyeksi hingga enam bulan.
Kemarau Diprediksi Lebih Kering
BMKG menegaskan bahwa musim kemarau 2026 diperkirakan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
Hal ini dipengaruhi oleh kombinasi variabilitas iklim alami serta potensi perkembangan El Niño.
“Meskipun intensitasnya masih berkembang, kemarau 2026 diprediksi lebih kering dan lebih panjang dari biasanya,” pungkasnya.
(Awaludin)