Pramono Targetkan Pompa Ancol 40.000 Liter/Detik untuk Redam Banjir

Yuwantoro Winduajie, Jurnalis
Selasa 07 April 2026 19:20 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut kapasitas pompa di kawasan Ancol, Jakarta Utara, ditargetkan meningkat menjadi 40.000 liter per detik guna memperkuat pengendalian banjir di wilayah pesisir tersebut.

Hal itu disampaikan Pramono saat meninjau Gedung Pompa Ancol, Selasa (7/4/2026), di tengah kondisi kawasan Ancol, Pademangan Barat, dan Pademangan Timur yang dikenal rawan genangan.

Secara teknis, aliran air dari wilayah Pademangan dan Kemayoran mengalir ke Kali Ancol sebelum dipompa ke laut. Beban aliran turut bertambah karena sebagian debit dari Kali Ciliwung Gunung Sahari juga masuk ke sistem tersebut.

Pramono menjelaskan, sistem pompa di Ancol saat ini terbagi dua, yakni yang dikelola pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Di sistem tata air pompa Ancol ini ada dua pengelola. Satu oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PU, dan satu lagi oleh Pemprov DKI Jakarta. Kapasitas pompa milik pemerintah pusat sekitar 40.000 liter per detik," ujarnya.

Sementara itu, kapasitas pompa yang dikelola Pemprov DKI saat ini masih sekitar 15.000 liter per detik. Ke depan, kapasitas tersebut akan ditingkatkan melalui penambahan unit pompa baru.

"Sedangkan yang dikelola Pemprov saat ini 15.000 liter per detik, dan akan ditingkatkan menjadi 40.000 liter per detik," jelasnya.

 

Dengan peningkatan tersebut, kawasan tangkapan air seluas kurang lebih 2.000 hektare diharapkan mendapat manfaat dalam pengendalian banjir.

"Sehingga secara signifikan akan membantu mengatasi persoalan banjir di Ancol dan sekitarnya," katanya.

Selain itu, Pemprov DKI juga bersiap menghadapi musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi akibat fenomena El Nino mulai pertengahan April hingga September 2026.

Pramono meminta jajaran sumber daya air untuk memastikan seluruh pompa berfungsi optimal serta melanjutkan program normalisasi sungai.

"Saya minta pompa-pompa dirawat dengan baik dan normalisasi sungai terus dilanjutkan, seperti di Ciliwung, Krukut Lama, Cakung Lama, dan Krukut," ujarnya.

Ia menambahkan, normalisasi empat sungai tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam penanganan banjir di Jakarta.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya