Hizbullah mengatakan serangan itu sebagai balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, oleh Israel pada hari pertama perang, 28 Februari, serta pelanggaran gencatan senjata yang hampir setiap hari dilakukan Israel di Lebanon pada November 2024.
Gencatan senjata itu disepakati setelah lebih dari setahun terjadi baku tembak lintas perbatasan antara pasukan Israel dan pejuang Hizbullah menyusul peluncuran perang genosida Israel di Gaza pada Oktober 2023.
Menurut otoritas Lebanon, serangan Israel terhadap Lebanon telah menewaskan lebih dari 1.500 orang sejak 2 Maret dan menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi. Militer Israel juga telah melancarkan invasi ke Lebanon selatan dan mengatakan bertujuan untuk merebut lebih banyak wilayah untuk apa yang disebutnya sebagai zona penyangga.
Belum ada komentar langsung dari Hizbullah atau pemerintah Lebanon terkait pengumuman Netanyahu.
(Rahman Asmardika)