Rumah yang dibedah adalah milik Pak Lili (73) dan Ibu Sumarsih (63). Pasangan yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang pijat ini telah menempati rumah tersebut sejak tahun 1983 bersama kedua anak mereka.
Sebelum direnovasi, kondisi rumah sangat memprihatinkan dengan dinding yang hanya terbuat dari bilik bambu yang sudah lapuk.
Dalam waktu pengerjaan yang relatif singkat yakni 13 hari, rumah tersebut telah bertransformasi menjadi bangunan permanen yang layak huni dengan ukuran 5x6 meter.
Program bedah rumah ini diharapkan menjadi kenangan abadi bahwa Polri tidak diam dan senantiasa hadir di tengah kesulitan masyarakat sekitarnya.
(Fahmi Firdaus )