Bertaruh Nyawa! Prajurit Elite TNI AU Selamatkan Rekannya dari Pembantaian saat Operasi Tempur

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Jum'at 10 April 2026 05:31 WIB
Pasukan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) /Okezone
Share :

JAKARTA - Pasukan TNI Angkatan Udara Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) sering diterjunkan di daerah konflik, salah satunya di Papua. Pasukan elite ini dulunya bernama Pasukan Gerak Tjepat (PGT), Paskhas dan Kopasgat.

Perubahan nama itu seiring berubahnya nomenklatur organisasi Pasgat yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 84 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI.

Korps Baret Jingga ini juga mempunyai kisah heroik. Seorang Prajurit Korpasgat Ngatijan berhasil menyelamatkan rekan-rekannya dari pembantaian saat di dalam penjara. Saat itu Ngatijan dan prajurit lainnya diterjunkan dalam Operasi Serigala.

Dikutip dari buku 'Heroisme PGT Dalam Operasi Serigala: Pengibaran Bendera Merah Putih Pertama di Teminabuan' yang diterbitkan Subdisjarah Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau).

Operasi militer berskala besar yang digelar Angkatan Udara Mandala (AULA) di bawah kepemimpinan Panglima AULA Komodor Udara Leo Wattimena yang juga merangkap Wakil Panglima II Komando Mandala (KOLA) ini antara lain, melakukan infiltrasi atau penyusupan ke pertahanan Belanda sebagai pasukan pendahulu sebelum pasukan lainnya masuk ke Papua melalui daerah Sorong dan Teminabuan.

Operasi militer terpaksa diambil lantaran Belanda tidak mau menyerahkan Papua kepada Indonesia. Sikap Belanda tersebut melanggar perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) yang telah disepakati.

Panglima Komando Mandala (KOLA) Presiden Soeharto yang kala itu berpangkat Mayjen TNI, meminta Leo Wattimena menyiapkan pasukan yang memiliki kemampuan khusus untuk menjalankan operasi infiltrasi dengan cara diterjunkan. Saat itulah, Leo Wattimena menunjuk Komandan III PGT di PAU Margahayu Letnan Udara (LU) I Lambertus Manuhua untuk memimpin pasukan.

Selanjutnya, pada 17 Mei 1962 tepat pukul 04.00 dini hari, sebanyak 119 pasukan Baret Jingga ini diterbangkan dengan menggunakan tiga pesawat Dakota C-47 dari Pangkalan Udara Laha, Ambon.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya