Bertaruh Nyawa! Prajurit Elite TNI AU Selamatkan Rekannya dari Pembantaian saat Operasi Tempur

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Jum'at 10 April 2026 05:31 WIB
Pasukan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) /Okezone
Share :

Mereka rencananya diterjunkan di daerah Klamono, Sorong . Sayangnya, hanya satu pesawat yang berhasil melakukan penerjunan pasukan PGT sebanyak 39 orang dengan Komandan Kompi LU I Lambertus Manuhua dan Danton Sersan Muda Udara (SMU) Soepangat.

Sedangkan dua pesawat lainnya gagal menerjunkan PGT karena cuaca buruk dan terpaksa kembali ke pangkalan udara Laha, Ambon. Penerjunan baru bisa dilakukan dua hari kemudian yakni, pada 19 Mei di daerah Teminabuan.

Sersan Udara Satu Rebo Hartono yang ikut dalam operasi tersebut menceritakan, sebelum dilakukan penerjunan pasukan PGT terlebih dahulu diberi tahu soal operasi merebut Papua.

“Siapa yang mau terjun duluan? Enggak ada yang ngacung. Lalu Pak Leo Wattimena menendang Pak Kani. Berangkat PGT. Pak Kani itu orang kebal. Orang-orang PGT yang kebal-kebal ada empat yaitu, Pak Wiriadinata, Pak Sukani, Pak Soeroso dan Ngatijan,” kenang Rebo dalam buku tersebut yang dikutip.

Saat penerjunan di Teminabuan pada dini hari tersebut, ucap Rebo, dirinya mendengar suara tembak-tembakan di bawah. Rebo sendiri mengaku jatuh tersangkut di pohon dengan ketinggian lebih dari 30 meter.

Perlahan Rebo berupaya turun ke bawah di tengah malam yang gelap gulita. Nahas, dahan pohon yang didudukinya patah.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya