JAKARTA - Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Saiful Mujani resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghasutan buntut pernyataannya mengenai seruan menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Siapakah Saiful Mujani?
Di lingkaran politik, nama Saiful Mujani sudah tidak asing. Pria kelahiran 8 Agustus 1962 itu merupakan seorang akademisi dan peneliti kondang, terutama dalam menyurvei berbagai dinamika politik Tanah Air.
Ia meraih gelar sarjana di UIN Jakarta pada 1989, dan setelah lulus dirinya mendirikan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) bersama rekan-rekannya. Bukan hanya itu, ia adalah pendiri jurnal internasional Studia Islamika dan Jurnal Ulumul Quran.
Desertasinya menjadi yang terbaik di Ohio, dengan judul "Religious democrats: Democratic culture and Muslim political participation in post-Suharto Indonesia". Adapun gelar Master of Arts diraih Saiful Mujani pada 1998. Kini, Saiful Mujani sudah bergelar profesor.
Sepulang dari luar negeri, ia bergabung dan menjadi direktur di Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 2005-2007. Hingga akhirnya mendirikan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), lembaga penelitian dan konsultan politik berbasis kebijakan pada 2011.
Ia juga dikenal sebagai sosok yang aktif menulis di jurnal internasional, di antaranya American Journal of Political Science, Journal of Democracy, dan Comparative Political Studies. Bahkan, artikelnya di American Journal of Political Science (2012) terpilih menjadi artikel terbaik dalam konferensi tahunan APSA 2009. Hal ini pula yang mendorong Panel Achmad Bakrie Award 2017 memilihnya sebagai penerima penghargaan bidang pemikiran sosial.