Tegang Gara-Gara Video Viral, Presiden Korsel Beri Jawaban Menohok pada Israel

Rahman Asmardika, Jurnalis
Minggu 12 April 2026 14:30 WIB
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.
Share :

SEOUL – Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada Sabtu (11/4/2026) melontarkan kritik keras terhadap Israel atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia. Kecaman Presiden Lee ini meningkatkan perselisihan setelah pejabat Israel menuduhnya menyebarkan informasi yang salah terkait video viral.

Diwartakan Daily Sabah, Lee membuat marah Kementerian Luar Negeri Israel minggu ini dengan komentarnya tentang video media sosial yang diklaim menunjukkan tentara Israel menyiksa dan mendorong seorang anak Palestina dari atap.

"Saya perlu menyelidiki apakah ini benar, dan jika demikian, tindakan apa yang telah diambil," kata Lee pada Jumat (10/4/2026) di X.

Video tersebut tampaknya menunjukkan sudut pandang berbeda dari insiden yang direkam oleh AFPTV di Tepi Barat dua tahun lalu, ketika wartawan melihat seorang tentara Israel menggunakan kakinya untuk mendorong tubuh seorang pria dewasa yang tampaknya sudah meninggal dari atap.

Pada 2024, Gedung Putih menyebut rekaman itu "sangat mengganggu" dan mengatakan telah meminta penjelasan dari Israel di tengah meningkatnya serangan di Tepi Barat, yang diduduki sejak 1967.

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu bahwa insiden tersebut telah "diselidiki dan ditangani".

 

"Presiden Lee Jae Myung, karena alasan yang aneh, memilih untuk menggali kembali cerita dari tahun 2024 dan mengutip akun palsu yang secara keliru menyajikannya sebagai peristiwa terkini," kata pernyataan media sosial kementerian Israel.

"Akun ini terkenal karena menyebarkan disinformasi anti-Israel dan kebohongan tentang Israel," tambah kementerian tersebut.

Jawaban Menohok Presiden Korsel

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan berupaya meredakan konfrontasi media sosial yang semakin memanas.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut mengatakan bahwa unggahan Lee—yang menyamakan dugaan pelanggaran Israel dengan kekejaman historis terhadap orang Yahudi dan Korea—merupakan seruan untuk "hak asasi manusia universal, bukan opini tentang masalah spesifik apa pun".

Namun pada Sabtu, Lee mengeluarkan pesan tajam lainnya di media sosial, menanggapi sebuah artikel berita yang merinci reaksi keras Israel terhadap pernyataannya.

"Sangat mengecewakan bahwa Anda bahkan tidak sekali pun merenungkan kritik dari orang-orang di seluruh dunia yang menderita dan berjuang karena tindakan anti-hak asasi manusia dan anti-hukum internasional yang tiada henti," katanya.

"Ketika saya merasakan sakit, orang lain merasakan sakit itu sama dalamnya."

 

Korea Selatan, sekutu dari pendukung internasional terbesar Israel yaitu Amerika Serikat, umumnya mempertahankan sikap seimbang terhadap konflik di Timur Tengah tanpa mendukung salah satu pihak.

Jawaban menohok Presiden Lee ini merupakan perubahan besar dari sikap tersebut dan memicu pujian dari banyak pihak yang muak dengan perilaku Israel.

Sikap serupa juga ditunjukkan salah satu anggota NATO, Spanyol, yang berulang kali mengecam aksi Israel baik di Gaza, Tepi Barat, maupun Lebanon.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya