Negosiasi Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Rahman Asmardika, Jurnalis
Minggu 12 April 2026 15:53 WIB
Ilustrasi.
Share :

ISLAMABAD – Iran mengatakan bahwa “tuntutan yang tak masuk akal” dari Amerika Serikat (AS) menjadi penyebab kegagalan pembicaraan di Islamabad, Pakistan, untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Demikian menurut televisi pemerintah Iran, IRIB, yang menyebut hal ini menyebabkan negosiasi selama 21 jam berakhir tanpa hasil.

"Delegasi Iran bernegosiasi secara terus-menerus dan intensif selama 21 jam untuk melindungi kepentingan nasional rakyat Iran; meskipun ada berbagai inisiatif dari delegasi Iran, tuntutan yang tidak masuk akal dari pihak Amerika mencegah kemajuan negosiasi," kata IRIB di Telegram, sebagaimana dilansir TRT.

"Dengan demikian, negosiasi berakhir."

Kantor berita Fars mengutip sumber yang mengatakan bahwa AS mencari alasan untuk meninggalkan meja perundingan. Sementara Press TV melaporkan bahwa diskusi berakhir karena tuntutan AS yang berlebihan mencegah tercapainya kerangka kerja.

Sebelumnya, Wakil Presiden AS JD Vance mengumumkan bahwa Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah setelah pembicaraan maraton di Islamabad. Ia menambahkan bahwa dirinya meninggalkan negosiasi setelah memberikan Teheran "tawaran terakhir dan terbaik".

 

Vance mengatakan Washington mencari "komitmen mendasar" dari Iran agar tidak mengembangkan senjata nuklir, tetapi "kami belum melihat itu" setelah mengadakan pertemuan tingkat tertinggi antara kedua pihak sejak Revolusi Islam 1979.

Namun, ia mengisyaratkan masih memberi waktu kepada Iran untuk mempertimbangkan tawaran dari AS, yang pada Selasa (7/4/2026) menyatakan akan menghentikan serangan bersama Israel selama dua minggu sambil menunggu hasil negosiasi.

Amerika Serikat dan Israel telah menyerang Iran pada 28 Februari, memicu pembalasan dari Teheran yang menjerumuskan Timur Tengah ke dalam konflik dan ekonomi global ke dalam kekacauan.

Iran dan AS memasuki pembicaraan yang dimediasi Pakistan dengan posisi maksimalis. Washington menambah tekanan dengan mengatakan telah mengirim kapal penyapu ranjau melalui Selat Hormuz yang vital.

Tanda-tanda ketegangan dalam negosiasi muncul ketika media Iran menuduh AS membuat "tuntutan berlebihan" terkait Selat Hormuz, jalur yang dilalui seperlima minyak dunia.

 

Sementara itu, Vance meninggalkan Pakistan pada Minggu (12/4/2026), menurut laporan pers, segera setelah menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran gagal mencapai kesepakatan. Vance naik ke pesawat Air Force Two pada pukul 07.08 waktu setempat dan melambaikan tangan kepada para pejabat Pakistan dari atas tangga.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya