JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf memutuskan untuk menghentikan wacana sistem “war ticket” haji. Ia menyatakan Kemenhaj akan lebih fokus terlebih dahulu pada pelaksanaan haji tahun ini.
Pria yang akrab disapa Gus Irfan ini mengakui bahwa istilah “war ticket” pertama kali dilontarkan di internal Kemenhaj sebelum akhirnya menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat.
“Dan kalau kita ditanya siapa yang bertanggung jawab, sayalah orang yang pertama melontarkan istilah war ticket ini,” kata Gus Irfan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
“Dan kalau itu dianggap sebagai terlalu prematur, ya akan kita tutup dulu sampai hari ini, sambil kita menyelesaikan haji kita yang sudah di depan mata,” ujarnya.
(Arief Setyadi )