Istrinya menolak permintaan Visser. Nahas, dirinya harus menerima pernyataan cerai dari sang istri karena hal tersebut. Di Indonesia, sempat terjadi peristiwa pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) dari Kerajaan Belanda.
Visser memutuskan pensiun menjadi tentara dan memilih jadi petani di Lembang, Bandung bersama istri barunya keturunan Sunda. Visser yang sudah jadi mualaf dan berganti nama jadi Mochammad Idjon Djanbi.
Tahun 1951, Letda Sugianto, yang saat itu merupakan ajudan Kolonel Alexander Evert Kawilarang, Panglima Komando Tentara Teritorioum III/Siliwangi, membutuhkan jasa Idjon Djanbi di TNI.