China Reklamasi Antelope Reef saat Fokus Militer AS Teralih ke Timur Tengah

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 17 April 2026 15:08 WIB
Citra satelit menunjukkan pembangunan oleh China di Antelope Reef di Laut China Selatan. (Foto: Uni Eropa)
Share :

JAKARTA – Laut Cina Selatan telah lama menjadi arena ketegangan geopolitik, tetapi pada 2026 kawasan ini menjadi semakin panas. Sementara Amerika Serikat (AS) mengalihkan kekuatan militernya ke Timur Tengah, China dilaporkan telah mengambil langkah agresif untuk mengubah peta maritim di Laut Cina Selatan.

Antelope Reef yang disengketakan telah diubah menjadi benteng buatan yang luas oleh China. Tak hanya memproyeksikan kekuatan, langkah Beijing ini juga menantang arsitektur keamanan Indo-Pasifik.

Perhatian AS Teralihkan ke Timur Tengah

Pengerahan kembali kelompok serang kapal induk dan Unit Ekspedisi Marinir Amerika ke Timur Tengah telah menciptakan kekosongan di Pasifik. USS Abraham Lincoln dan USS George Washington, yang dulunya merupakan pencegah di Laut Cina Selatan, sekarang berpatroli di perairan Timur Tengah. Kondisi ini menyisakan USS Theodore Roosevelt untuk memikul beban pencegahan di wilayah luas yang mencakup Selat Taiwan, Semenanjung Korea, dan zona maritim yang diperebutkan.

Penerbangan pengintaian AS di atas Laut Cina Selatan telah menurun hampir 30% sejak akhir tahun 2025. Penurunan pengawasan ini bertepatan dengan percepatan pengerukan dan reklamasi lahan oleh China di Antelope Reef. Berkurangnya kehadiran AS bukan hanya celah taktis, tetapi juga memberi sinyal kepada Beijing bahwa fokus Washington telah bergeser, sehingga memberikan China kesempatan untuk memperkuat dominasi di wilayah tersebut.

Benteng Buatan di Antelope Reef

Dilansir Mekong News, berdasarkan citra satelit dari Badan Antariksa Eropa dan penyedia komersial, Antelope Reef yang dulunya merupakan pos terdepan sederhana kini menjadi daratan yang berkembang pesat dengan luas lebih dari enam kilometer persegi. Para insinyur China telah menyiapkan fondasi untuk landasan pacu sepanjang lebih dari 2.700 meter—cukup untuk menampung jet tempur, pesawat pengintai, dan pesawat pembom berat.

Ekspansi ini bukanlah hal yang terisolasi, melainkan mencerminkan proyek-proyek sebelumnya di Mischief Reef, Fiery Cross Reef, dan Subi Reef. Di sana, China membangun landasan udara yang diperkuat, instalasi radar, dan baterai rudal. Transformasi Antelope Reef menandakan niat Beijing untuk mendominasi Paracel bagian barat, koridor tempat sepertiga perdagangan maritim global mengalir.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya