104 Prajurit TNI AD Dikirim ke Pakistan Ikuti Pendidikan Perang hingga Intelijen

Jonathan Simanjuntak, Jurnalis
Sabtu 18 April 2026 03:01 WIB
TNI dikirim ke Pakistan ikuti pendidikan (Foto: Jonathan S/Okezone)
Share :

JAKARTA - TNI Angkatan Darat (TNI AD) mengirimkan 104 perwira infanteri untuk mengikuti pendidikan calon komandan batalyon (Danyon) dan komandan kompi (Danki). Ratusan prajurit ini akan menjalani pendidikan di Pakistan.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, mengatakan program pendidikan ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pakistan. Pendidikan untuk peningkatan profesionalisme dan kapasitas kepemimpinan prajurit akan berlangsung selama 10 pekan, tepatnya di School of Infantry and Tactics, Quetta, Pakistan.

Sebanyak 104 peserta yang terdiri dari 50 calon Danyon, 50 calon Danki, serta empat perwira pendamping tersebut akan mengikuti pendidikan dengan materi komprehensif, mencakup operasi konvensional, perang subkonvensional dan keamanan internal, operasi gabungan, serta fungsi staf umum, operasi, dan intelijen.

"Selama penugasan ini berkreasilah dengan baik, berinovasi dengan baik," ucap Maruli saat memberikan pengarahan kepada perwira tersebut, dikutip Jumat (17/4/2026).

Ratusan prajurit infanteri ini juga akan dibekali kemampuan kepemimpinan dan manajemen, administrasi dalam kondisi perang dan damai, manajemen latihan tingkat satuan, hingga pelatihan pesawat tanpa awak. Program ini juga mencakup peningkatan kebugaran fisik, kemampuan menembak, serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler guna mendukung kesiapan prajurit secara menyeluruh.

Khusus bagi peserta Danki, materi pendidikan turut menekankan pengembangan kepribadian, komunikasi, serta kemampuan administrasi lapangan dan logistik, guna menunjang pelaksanaan tugas di tingkat kompi secara efektif dan adaptif.

"Harus punya pikiran anggota mu itu bisa orang-orang hebat, bisa jadi orang-orang hebat," imbuh Maruli.

Melalui program ini, diharapkan para perwira TNI AD mampu memperluas wawasan, meningkatkan profesionalisme, serta menjadi pemimpin lapangan yang tangguh, inovatif, dan siap menghadapi dinamika tugas ke depan, sekaligus memperkuat kerja sama militer antara Indonesia dan Pakistan.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya