Makin Panas, Iran Sita Kapal Terkait Israel di Selat Hormuz

Rahman Asmardika, Jurnalis
Rabu 22 April 2026 20:58 WIB
Ilustrasi.
Share :

JAKARTA - Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan bahwa pasukan angkatan lautnya telah mencegat dan menyita dua kapal di Selat Hormuz atas dugaan pelanggaran wilayah dan navigasi.

Dalam pernyataan resmi pada Rabu (22/4/2026), Angkatan Laut Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebutkan bahwa kapal MSC Francesca "terkait dengan Israel" dan kapal Epaminodes dihentikan karena pelanggaran berulang, termasuk beroperasi tanpa izin serta diduga merusak sistem navigasi. IRGC mengklaim kapal-kapal tersebut berusaha keluar dari selat secara "diam-diam" dan berhasil dicegat berdasarkan pemantauan intelijen.

Menurut pernyataan tersebut, kedua kapal kini telah dipindahkan ke perairan teritorial Iran untuk menjalani pemeriksaan muatan serta dokumentasi.

Tembakan di Hormuz

Sebelumnya, Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan pada Rabu bahwa dua kapal—sebuah kapal kargo dan sebuah kapal kontainer—ditembaki dalam rentang waktu beberapa jam di dekat pantai Iran di Selat Hormuz.

UKMTO menyebutkan sebuah kapal ditembak sekitar 8 mil laut di sebelah barat pantai Iran dan kemudian terhenti, meskipun tidak ada laporan mengenai kerusakan serius atau korban jiwa. Kapten kapal kargo yang sedang berlayar ke luar melaporkan bahwa kapalnya telah "ditembak" sekitar pukul 06.38 GMT.

Beberapa jam sebelumnya, UKMTO juga melaporkan bahwa kapten kapal kontainer lain menyatakan kapalnya didekati oleh kapal perang yang terkait dengan IRGC. Kapal perang tersebut dilaporkan tidak mengeluarkan peringatan radio sebelum melepaskan tembakan yang menyebabkan "kerusakan berat" pada bagian anjungan kapal.

"Tidak ada kebakaran atau dampak lingkungan yang dilaporkan. Semua awak kapal dilaporkan selamat," tulis pernyataan UKMTO. Lembaga tersebut mengaku telah menerima puluhan laporan serangan dan aktivitas mencurigakan yang memengaruhi pelayaran di wilayah tersebut sejak akhir Februari.

Penyitaan oleh AS

Perkembangan pada Rabu ini terjadi setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan pada Minggu (19/4/2026) bahwa pasukan angkatan laut AS menyita kapal kargo berbendera Iran, Touska, di Teluk Oman setelah dilaporkan menolak mematuhi arahan blokade.

 

CENTCOM menambahkan pada Senin (20/4/2026) bahwa pasukan Amerika telah memerintahkan 27 kapal komersial untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan Iran sejak blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dimulai pada 13 April lalu.

Teheran bersumpah akan membalas "segera" terhadap apa yang mereka sebut sebagai "pembajakan maritim" atas penyitaan kapal berbendera Iran tersebut. Ketegangan di kawasan tetap tinggi sejak pecahnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel pada 28 Februari.

Gencatan senjata selama dua minggu sempat diumumkan pada 8 April, dan pihak AS serta Iran mengadakan pembicaraan langsung yang jarang terjadi di Islamabad, Pakistan, pada 11-12 April. Namun, pembicaraan tersebut berakhir tanpa kesepakatan.

Pada Selasa (21/4/2026), Presiden AS Donald Trump akhirnya memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu atas desakan mediator Pakistan, sehari sebelum masa berlaku gencatan senjata tersebut berakhir.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya